Senin, 15 Oktober 2012

Metode pengujian nilai permanganometri dalam air secara asam


1.      Tujuan praktikum   
Untuk memperoleh nilai permanganate dalam sampel air

2.      Prinsip percobaan
Pada uji permanganat dari sampel air dilakukan dengan penambahan asam sulfat pekat bebas zat organik dan dilakukan pemanasan untuk mempercepat reaksi.Dan di titrasi dengan larutan KMnO4.
3.      Dasar teori
Kecenderungan pemakaian air minum isi ulang (AMIU) oleh masyarakat terutama di perkotaan semakin meningkat. Namun demikian kualitasnya masih perlu dikaji dalam rangka pengamanan kualitas airnya yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian kualitas air minum dari depot air minum isi ulang di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Tujuan: adalah untuk mengetahui proses pengolahan air minum di depot AMIU, kualitas air minum isi ulang dari depot AMIU yang banyak beredar saat ini dan mengetahui kondisi kesehatan lingkungan dan jumlah konsumsi serta pendapat konsumen terhadap air minum dari depot AMIU. Metodologi: Jumlah sampel depot air minum adalah 38, sedangkan untuk sampel air setiap depot diambil 1 sampel air baku dan 1 sampel air minum sehingga jumlah sampel air seluruhnya adalah 76. Parameter kualitas air yang diperiksa meliputi parameter fisik, kimia, dan bakteriologi sesuai dengan Permenkes 416 tahun 1990 untuk air baku (air bersih) dan Kepmenkes 907 tahun 2002 untuk air minum. Pemeriksaan sampel air berdasarkan Standard Method for Examination Water and Wastewater dilakukan di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Jakarta. Untuk mengetahui kondisi higiene sanitasi depot dilakukan wawancara terhadap pengusaha/operator depot air minum. Hasil:
1.      Hasil wawancara terhadap pengusaha depot menunjukkan sumber air di depot air minum adalah mata air (89,5%) yang berasal dari Bogor (60,5%). Proses penyaringan dilakukan dengan menggunakan catridge yang berisi pasir dan karbon aktif (50%) sebagai filter, ada juga yang hanya menggunakan mikro filter (10,5%) dan menggunakan keduanya (39,5%). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel, baik air baku maupun air minum untuk parameter kimia dan fisik masih memenuhi persyaratan kesehatan kecuali pH. Dari hasil pengukuran pH menunjukkan 6 sampel air baku (13,2 %) tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Permenkes 416 tahun 1990 dan 3 sampel air minum (7,9%) tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kepmenkes 907 tahun 2002.
2.      Untuk parameter bakteriologi (total coli dan fecal coli), 12 sampel (31,6%) dari seluruh sampel air baku yang diperiksa tidak memenuhi persyaratan kandungan total coli menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan 11 sampel (28,9 %) tidak memenuhi persyaratan kandungan fecal coli. Untuk air minum, dari 38 sampel yang diperiksa terdapat 11 sampel (28,9%) tidak memenuhi persyaratan kandungan total coli dan 7 sampel (18,4%) tidak memenuhi persyaratan kandungan fecal coli. menurut Kepmenkes 907 tahun 2002. Dari hasil wawancara menunjukkan hanya 42,1% depot yang memeriksakan air baku maupun air minum hasil pengolahan ke laboratorium. Kondisi kesehatan lingkungan depot AMIU sudah cukup baik yaitu ditunjukkan dengan tidak adanya sampah yang berserakan (89,5%), adanya saluran limbah (89,5%), dan bahan lantai depot terbuat dari keramik (84,2%).
            Air minum hasil Mesin Reverse Osmosis Victoria adalah amat sangat tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama, itu adalah disebabkan air tersebut sudah benar-benar hygienis dan terbebas dari Bakteri serta Virus. Untuk penyimpanan tidak diharuskan ditempat teduh, sebab air hasil Pemurnian Reverse Osmosis Victoria adalah amat tahan dijemur sekalipun untuk jangka waktu yang lama. Air minum hasil pemurnian Victoria Reverse Osmosis diolah tanpa mengandung Bahan kimia ataupun Pengawet, tetapi adalah diolah dengan sistim Pemisahan/Desalination.
            Kualitas air baku menentukan proses yang akan dilakukan untuk menghasilkan air yang siap diminum. Oleh karena itu pengambilan contoh air dari lokasi pengoperasian sangat dibutuhkan untuk desain alat. Jika kualitas air berubah-ubah sebaiknya dipilih lokasi yang paling stabil kualitasnya dan kalau perlu dibangun stasiun pengambilan air baku. Dengan demikian peralatan dapat bekerja secara efektif dan efisien. Air asin yang akan diolah oleh membran harus jernih, oleh karena itu pada kasus-kasus dimana air tidak jernih atau keruh perlu dilakukan pengolahan awal atau pretreatmen karena pretreatmen yang terpasang terbatas kemampuannya.

4.      Alat dan Bahan

           Alat-alat : -    Burret
-          pipet tetes
-          Gelas kimia
-          Pipet seukuran
-          Pipet ukur
-          Labu Erlenmeyer
-          Statif

          Bahan    :  -    Sampel air yang akan didentifikasi
-       2SO4 8 N
-       Lar. Baku asam oksalat 0,01 N
-       Larutan KMnO4
-       Air suling
-       Batu didih


5.      Prosedur dan Pengamatan
a.      Prosedur
Penetapan kenormalan Larutan baku KMnO­4
1.      Ukur 100 ml air suling secara duplo dan masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 mL, panaskan hingga 70˚C
2.      Tambahkan 5 mL larutan asam sulfat 8 N bebas organic.
3.      Tambahkan 10 mL larutan baku asam oksalat 0,01 N.
4.      Titrasi dengan larutan baku KMnO4 sampai warna merah muda dan catat mL pemakaiannya.
5.      Apabila perbedaan pemakaian larutan baku KMnO­4 secara duplo lebih dari 0,1 mL ulangi penetapan, jika kurang rata-ratakan hasilnya untuk perhitungan kenormalan larutan baku KMnO4.
6.      Hitung kenormalan larutan baku KMnO4.
Cara Uji
1.      Tambahkan larutan baku KMnO4 beberapa tetes ke dalam benda uji hingga terjadi warna merah muda.
2.      Tambahkan 5 mL asam sulfat 8N bebas zat organic.
3.      Masukkan 3 butir batu didih.
4.      Panaskan hingga mendidih selama 1 menit.
5.      Tambahkan 10 mL larutan KMnO4.
6.      Panaskan hingga mendidih selama 10 menit.
7.      Tambahkan 10 mL larutan asam oksalat 0,01 N
8.      Titrasi dengan larutan baku KMnO­4 hingga warna merah muda.
9.      Catat mL pemakaian larutan baku KMnO4.
10.  Apabila pemakaian larutan baku KMnO4 lebih dari 7 mL, ulangi pengujian dengan cara mengencerkan benda uji.
11.  Apabila perbedaan pemakaian larutan baku KMnO­4 secara duplo lebih dari 0,1 mL ulangi penetapan, jika kurang rata-ratakan hasilnya untuk perhitungan kenormalan larutan baku KMnO4.










b.      Pengamatan
Ø  Penetapan Kenormalan KMnO4
Titrasi ke-
I
II
Akhir titrasi
10,50
21,01
Awal titrasi
0,00
10,50
Pemakaian
10,50
10,51
Rata-rata
10,505 ml

Ø  Kadar Permanganat dalam sampel air Sumur
Titrasi ke-
I
II
Akhir titrasi
27,20
39,20
Awal titrasi
26,00
38,00
Pemakaian
1,20
1,20
Rata-rata
1,20 ml


6.      Persamaan Reaksi dan Perhitungan
Pembakuan larutan KMnO4

MnO4- + 8 H+ + 5e                          ------->                     Mn2+ + 4H2O )x2
C2O4-                                               ------->                     2 CO2 + 2e    )x5
2 MnO4- + 16 H+ + 10e                    ------->                     2 Mn2+ + 8 H2O
5 C2O4-2                                           ------->                    10 CO2 + 10e
2 MnO4- + 5 C2O4-2 + 16 H+           ------->                     2 Mn2+ + 10 CO2 + 8 H2O




Perhitungan
Konsentrasi larutan baku KMnO4

Voksalat . Noksalat = Vpermanganat . Npermanganat
     10     .    0,0 =     10,505     . Npermanganat
Npermanganat          =   0,1 
                                          10,505
                                       = 0,0095 N


Sampel Uji
a.       Kadar Permanganat dalam sampel air minum
Mg/ L KMnO4      = [(10+A)B-(0,1)]x316
                              = [(10+1,2)0,0095-(0,1)]x316
                              = [(0,1064 – 0,1)] x 316
                              = 0,0064 x 316
                              = 2,0224 mg/L




7.      Pembahasan
            Dalam penentuan kadar permanganate dalam paraktikum ini , praktikan menggunakan sampel air minum. Metode yang praktikan lakukan adalah dengan menggunakan titrasi permanganometri dimana larutan di titer dengan larutan standar KMnO4 0.01 N. titik akhir ditandai dengan larutan berubah menjadi kemerahan atau merah muda.
            Percobaan ini dilakukan dengan pekerjaan awal adalah menetapkan factor KMnO4 yang digunakan dalam pemeriksaan sampel. Praktikan menguji dengan mentitrasi asam oksalat yang sudah dicampur dengan H2SO4 dan memanaskannya sampai mendidih di atas hotplate dengan menggunakan permanganate 0.01 molar. Titik akhir dicapai saat larutan dlam Erlenmeyer berwarna merah muda. Tujuan dari titrasi penetapan kadar permanganate ini adalah untuk mencari factor tetapan yang tepat sama untuk menguji permanganate. Hal ini bertujuan agar hasil uji kualitas sampel yang diinginkan mempunyai nilai kosntan dengan uji sampel yang akan diperiksa.
            Untuk pengujian sampel dilakukan dengan menguji sampel 50 ml  dengan cara yang sama dengan penetapan factor KMnO4. Dititrasi dengan KMnO4 yang sudah ditentukan dalam factor ini.
            Uji permanganate bertujuan apakah dalam suatu sampel air sumur masih terkandung  komponen- komponen yang berbahaya bagi kesehatan. Seperti derajat keasaman yang disebapkan oleh limbah tertentu dan zat kimia lain yang tidak terdeteksi atau terlewatkan waktu penyaringan. Angka uji permanganate yang ditetapkan oleh SNI adalah tidak boleh melebihi 7000. Jika angka melebihi dalam penggunaan suatu bahan konsumsi makanan maka sampel makanan tersebut tidak layak digunakan. Dalam praktikum ini praktikan mendapatkan angka yang sangat besar untuk nilai uji permanganate. Dan hasinya pun bernilai negative. Disini harus benar-benar factor ketelitian.

8.      Kesimpulan
Jadi Setelah melaksanakan percobaan ini kami mendapat mg/L KMnO4 dalam air minum sebesar 2,0224 mg/L

1 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus